Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2022

Nama Soekarno atau Sukarno, Ini Jawaban Langsung Dari Sang Presiden

Jakarta -  Ada dua versi nama dari presiden pertama Republik Indonesia yang kerap ditulis dalam sejarah: Soekarno dan Sukarno. Mana yang benar? Sejak lama, buku-buku pelajaran sejarah di Indonesia sebagian besar sudah kadung menulis nama Sukarno menjadi Soekarno Bisa jadi hal tersebut dipengaruhi dari foto-foto lama yang memperlihatkan tandatangan Sukarno dengan menyertakan ejaan lama: huruf u diganti oe. "Itu jelas bisa kita lihat bersama dalam naskah teks proklamasi yang ditandatangani oleh Bung Karno," ungkap sejarawan Rushdy Hoesein. Para penulis asing yang menulis biografi Sukarno word play here memang rata-rata menulis nama Sukarno dengan mengikuti ejaan lama. Seperti salah satunya adalah Lambert Giebels. Penulis sejarah asal Belanda itu memberi judul bukunya: Soekarno: Nederlandsch onderdaan Een biografie 1901-1950 (diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh penerbit Grasindo menjadi Soekarno: Biografi 1901-1950). Bisa jadi penulis terkenal satu-satunya yang menulis...

Sebuah Penelitian Mengatakan Bahwa Marah-Marah di Sosial Media Menular ke Orang Lain

Healthek -  Ada bermacam-macam reaksi emosi yang timbul ketika kita scroll media sosial. Senang ketika melihat video kucing, sedih ketika melihat berita duka, dan marah ketika ada unggahan menghina. Apa reaksi anda ketika melihat kiriman kucing tersebut? Mungkin anda akan menekan tombol like. Anda juga mungkin akan memberi respons dengan mengetik beberapa kalimat duka di kolom komen ketika melihat berita duka. Namun, ketika melihat sebuah kiriman yang memancing kemarahan, rasanya tidak cukup jika hanya memberi ketikan komentar marah . Ada sedikit rasa kecenderungan untuk membagikan dan menyebarluaskan kiriman ini agar semua orang ikut marah. Ternyata ada sebuah riset yang cukup menjelaskan tentang ini. Pada sebuah penelitian yang dipublikasikan tahun 2014, Rui Fan dan kolega melakukan penelitian besar-besaran di media sosial Weibo (media sosial khusus China) dan Twitter. Penelitian ini melibatkan 70 juta kiriman Weibo yang berfokus kepada kiriman kata-kata (bukan gambar atau video)...