Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2021

Dewan Komunitas Muslim Dunia Menunda Pertemuan Konferensi Internasional di UEA Karena Wabah Covid-19 Omicron

Dubai -  Dewan Komunitas Muslim Dunia mengumumkan penundaan konferensi internasional di Uni Emirat Arab (UEA) karena kekhawatiran dunia yang meningkat terkait penyebaran Covid-19 varian Omicron. Konferensi yang bertema "Persatuan Islam: Konsep, Kesempatan, dan Tantangan" itu dijadwalkan berlangsung pada 12-14 Desember, namun dibatalkan "karena perkembangan varian baru infection corona Omicron ", seperti dilaporkan kantor berita pemerintah WAM. Ketua Dewan Komunitas Muslim Dunia, Dr Ali Rashid al-Nuaimi menyampaikan, jadwal baru penyelenggaraan konferensi tersebut akan diumumkan nanti, setelah keadaan darurat ini berakhir. "Walaupun UEA, yang menyelenggarakan schedule ini, tidak terdampak varian baru ini, tapi tindakan pencegahan di beberapa negara mungkin akan mengarah ke lockdown, sehingga kepulangan para tamu undangan yang datang dari negara-negara ini sangat sulit," jelasnya, dilansir Al Arabiya, Senin (29/11). Pengumuman ini keluar ketika UEA mengumumk...

Cerita Suria Kertalegawa, Mantan Bupati Garut yang Membela Belanda dan Menolak Kemerdekaan

Garut -  "Halo2 Garoet, kota aman djadi riboet." " Halo2 Garoet, tempat orang toekang tjatoet." " Boepati Garoet dahoeloe Soeria-NICA-legawa." " Marilah boeng kita tangkap dia." (dikutip dari Jurnal Pendidikan Sejarah UPI , No. 7, Vol.IV Juni 2003). Itulah sepenggal bait yang dinyanyikan oleh mantan Bupati Garut (1929-1944), R.A.A. Moehammad Moesa Soeria Kartalegawa, atau yang biasa dipanggil Suria Kertalegawa, juga Uca, dalam sidang parlemen Negara Pasundan bentukannya, pada 14 Mei 1948. Dalam rapat itu, Uca menyanyikan lagu sebagai ungkapan perasaan terkait cap sebagai antek-antek NICA atau Netherlands Indies Civil Administration Menurutnya, nyanyian tersebut merupakan langkah menebar kebencian karena menolak kemerdekaan Indonesia yang masih seumur jagung saat itu. Mantan Bupati Garut itu memang getol menyuarakan kebenciannya terhadap setiap aktivitas politik Republik Indonesia, bahkan ketidaksukaannya juga ia arahkan ke Presiden Soekarno hingg...

Bekas Ruang VIP Keraton Majapahit , Dukuh Kedaton di Mojokerto

Mojokerto -  Dukuh Kedaton, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, diyakini sebagai bekas istana Kerajaan Majapahit. Keyakinan ini didasarkan pada penafsiran terhadap Kitab Negarakertagama, foto udara, dan ekskavasi yang dilakukan. Para arkeolog menduga, Sentonorejo merupakan perubahan dari kata Santanaraja yang artinya sanak kadang rajadiraja. Dugaan letak keraton Majapahit di Desa Sentonorejo diperkuat dengan adanya temuan situs Sentonorejo pada tahun 1982. Setelah dilakukan penelitian, didapati peninggalan berupa lantai segi enam yang terletak sekitar 1,8 meter di bawah permukaan tanah. Bangunan VIP Keraton Lantai segi enam ini memiliki bentuk sangat unik, pasalnya belum pernah ditemukan penemuan sejenis dalam penggalian-penggalian di situs Trowulan. Biasanya hanya kerakal dan batu-bata segi empat. Susunan lantai kuno tersebut diperkirakan merupakan peninggalan situs pemukiman kuno berupa rumah tinggal pada masa Majapahit. Lokasi itu diduga menja...

Kisah 3 Perampok Sadis di Padang yang Terancam Hukuman Mati

Padang -  Kepolisian Resor Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) menyatakan bahwa tiga pelaku perampokan yang menewaskan satu orang pemilik rumah di Belimbing, Kuranji, Padang pada Sabtu (23/10) terancam hukuman mati. "Berdasarkan pasal yang dikenakan terhadap para tersangka maka ancaman maksimalnya adalah hukuman mati ," kata Kepala Kepolisian Resor Kota Padang Kombes Pol Imran Amir dalam jumpa pers di Padang, dilansir Antara, Jumat (5/11). Ketiga tersangka yang telah ditangkap oleh polisi adalah pembantu perempuan yang bekerja di rumah korban yakni Eni (23 ), dan satpam Robi (23 ), keduanya disebut sebagai otak perampokan. Sedangkan satu tersangka lainnya juga seorang perempuan bernama Rusmadila (42) yang merupakan kerabat dari tersangka Eni. Menurut Kasat Reskrim Polresta Padang Kompol Rico Fernanda, pasal yang digunakan untuk menjerat tersangka adalah pasal 365 ayat (4) KUHPidana, Juncto (Jo) pasal 55, dan 56 KUHPidana. Jika ditilik pasal tersebut memuat unsur pencurian ya...

Kisah Seorang Tokoh Penyebar Agama Islam di Cirebon "Ki Lobama", Sebelum Sunan Gunung Jati

Cirebon -  Dalam perkembangannya, wilayah Cirebon menjadi salah satu pusat penyebaran Agama Islam sejak beratus-ratus tahun lalu. Saat itu, Islam menjadi ajaran yang kian populer ketika disebarkan oleh Wali Songo, di bawah kepemimpinan Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati. Namun sebagaimana diberitakan kanal YouTube Cirebon Heritage Rabu (03/11), di wilayah pesisir Utara Jawa Barat, Agama Islam ternyata sudah berkembang lebih dulu sejak abad ke-12 masehi, jauh sebelum Sunan Gunung Jati lahir. Sosok penyebarnya saat itu bernama Syekh Abdurahman Al-Qadri, atau warga setempat lebih mengenalnya sebagai Ki Lobama. Berkat kehebatannya, Ia disebut mampu mengenalkan ajarannya hingga ke masyarakat di sebagian wilayah pulau Jawa. Berikut kisahnya. Berasal dari Baghdad Berdasarkan penuturan Solihin, juru kunci makam Ki Lobama di Kecamatan Mundu, Cirebon, masyarakat sekitar memiliki kepercayaan jika Ki Lobama merupakan pendakwah pertama Agama Islam di wilayah tersebut. Ia diutus langsun...