Kisah Bintang Model Sabun Era Tahun 50-an yang Sering Tampil di Koran Belanda "Farida Arriany"

Jakarta - Lahir di Bandung pada 24 November 1938, sosok Farida Arriany dikenal memiliki talenta yang luar biasa. Ia berhasil mencuri perhatian kala itu sebagai seorang aktris dan model.

Parasnya yang cantik membuat penampilannya selalu ditunggu-tunggu oleh para penggemarnya. Selama kariernya ia tercatat telah membintangi 38 judul film seperti "Kasih Ibu (1955 )", "Anakku Sajang (1957 )", hingga "Arriany" (1958) yang membuat namanya semakin dikenal.

Nama Farida kian bersinar usai membintangi iklan salah satu iklan merek sabun terkenal pada tahun 1956. Sejak saat itu wajah menawannya kerap menghiasi berbagai koran di Hindia Belanda.

Melansir berbagai sumber, berikut potret cantik Farida Arriany


Asal Usul Nama Arriany.

Farida Arriany saat pengambilan gambar film "Gambang Semarang" tahun 1956


Dikenal sebagai seorang aktris dan pekerja seni, Farida Arriany ternyata sebenarnya bukanlah nama aslinya. Sebagaimana dikutip dari filmindonesia.or.id, Farida Arriany memiliki nama asli Frieda Thenu.

Pada tahun 1955 saat berperan sebagai Sari di dalam film "Kasih Ibu" karya golden Arrowhead, ia dikreditkan sebagai Farida Shagniarty dalam movie ini.

Beberapa waktu kemudian nama Farida Shagniarty kembali diubah menjadi Farida Arriany hingga digunakan di karya-karya berikutnya dan dikenal luas masyarakat.

Kerap Menghiasi Koran-Koran Belanda


Sebagai salah satu artis ternama, wajah Farida banyak menghiasi media-media massa di tahun 1950-an.

Bahkan sesudah berperan sebagai bintang iklan merek sabun terkenal, foto-fotonya kerap mejeng di koran-koran berbahasa Belanda, salah satunya Java Bode edisi 9 Mei 1956 saat usianya masih 18 tahun.

"De horses meer gevierde Indonesische filmster, zegt: Ik Sla Deze Schoonheidsbehandeling nooit over (Bintang Movie Indonesia yang Semakin Terkenal Itu Mengatakan: Saya Tidak Pernah Melewatkan Perawatan Kecantikan Ini)" kata Farida, yang dikutip dari koran Java Bode, melansir YouTube Candrian Attahiyyat.

Peraih Piala Citra Wanita Tahun 1960


Usai membintangi iklan sabun merek terkenal tersebut, karier Farida semakin melesat dengan delapan belas film lain dalam enam tahun berikutnya. Beberapa movie tersebut di antaranya Air Mata Ibu (1957) dan Anakku Sajang (1957 ).

Dari kedua movie itu, ia memenangi penghargaan sebagai Aktris Pemeran Utama Terbaik pada Pekan Film Indonesia 1960 dan Dalam Pedjuang (Prajurit untuk Kebebasan, 1961) yang diputar dalam kompetisi di Event Film Internasional Moskow ke-2 pada tahun 1961.

Beberapa tahun berikutnya Farida sudah jarang tampil di layar kaca perfilman. Ia lebih fokus berkarier sebagai promotor film sekaligus promotor pariwisata sampai meninggal dunia pada 15 Oktober 1977 di Jakarta.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bekas Ruang VIP Keraton Majapahit , Dukuh Kedaton di Mojokerto

Pesawat Luar Angkasa NASA Berhasil Menyentuh Matahari Pertamakali Dalam Sejarah Manusia

Penerbangan Qatar Airways Mulai Dibuka Kembali Melayani Rute Penerbangan Jakarta-Madinah PP