Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2021

Kisah Keberadaan PKI di Cianjur Saat Mulai Dilakukan Pencidukan Dan Penangkapan

Jakarta - Sudah banyak tulisan yang mengulas tentang situasi pasca terjadinya Peristiwa Gerakan 30 September 1965 di Jakarta. Namun bagaimana kondisi di daerah-daerah kala itu jarang sekali orang membahasnya. Hari ini saya berada di Cianjur untuk menelisik cerita situasi kota tersebut setelah meletusnya peristiwa G30S di Jakarta. R. AGUS THOSIN masih ingat berita pagi itu. Radio Republik Indonesia (RRI) Jakarta tiba-tiba menyiarkan berita adanya upaya penyelamatan Presiden Sukarno dari sekelompok pengkhianat bernama Dewan Jenderal. Kontan orang-orang Cianjur menjadi geger. Para petinggi kota tersebut langsung berkoordinasi karena berita itu dirasakan sangat mendadak dan masih simpang-siur. "Bapak saya bilang: ini pasti PKI (Partai Komunis Indonesia). Maunya apa mereka itu?"kenang lelaki kelahiran Cianjur pada 17 Agustus 1950 tersebut. Raden Thosin Hidayat (ayah dari Agus) langsung menghubungi kolega-koleganya di Partai IPKI (Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indo...

Kisah Seorang yang di Juluki Raja Angling Dharma di Pandeglang Banten, Terkenal Karena Dermawannya

Banten -  Jagat maya dihebohkan dengan keberadaan Kerajaan Angling Dharma di Desa Pandat, Kecamatan Mandalawangi, Pandeglang, Banten. Adalah Iskandar Jamaludin Firdaus (70) yang mengaku sebagai raja Angling Dharma . Iskandar mendapatkan gelar raja dari sebuah mimpi gaib pada tahun 2004. Benarkah Iskandar menasbihkan dirinya sebagai raja dari sebuah mimpi gaib? Menanggapi hal itu, juru bicara Iskandar, ustaz Ali, mengatakan istilah 'raja Angling Dharma' hanyalah julukan saja. Kesehariannya, Iskandar ini dianggap sebagai 'orang pintar' sekaligus dikenal sebagai kiai. Saban hari, banyak orang yang datang ke kediaman Iskandar di Desa Pandat itu. Kediaman Iskandar ini disebut sebagai padepokan. "Keseharian mah begitu seperti kiai, setiap Minggu zikiran, terus suka latihan kesenian Cimande juga di sini," ujar Ali, saat dihubungi Rabu (22/9). Ali menyebut bahwa yang ramai diperbincangkan soal kerajaan multifasir. Karena tempat tinggal Iskandar lebih seperti padepoka...

Kisah Nyi Resik Jaya, Salah Satu Wanita Pribumi yang Mempertahankan Indramayu Dari Kudeta

Indramayu -  Sebagai wanita pribumi, Nyi Jaya atau Nyi Resik Jaya tampaknya menjadi salah satu sosok yang turut berpengaruh terhadap keberlangsungan Kabupaten Indramayu hingga saat ini. Bagaimana tidak, di masa lalu, inisiatifnya disebut mampu menggagalkan keruntuhan dan kejatuhan wilayah Indramayu ke tangan pemberontak yang saat itu melawan sistem penguasa, baik di daerah maupun penjajah Belanda. Melansir naskah Babad Dermayu, dalam buku " Sejarah Indramayu " (1977) karya HA Dasuki, dkk, pemberontak yang dimaksud adalah Ki Bagus Rangin, yang juga dikenal sebagai tokoh anti penjajahan asal Cirebon, Jawa Barat yang terkenal karena upayanya mengerahkan ribuan massa dalam pemberontakan rakyat Cirebon tahun 1800-1816. Melansir dari kanal History of Cirebon, berikut kisah selengkapnya. Indramayu Hendak Direbut Ki Bagus Rangin Dalam buku Sejarah Indramayu di Bab VIII, disebutkan Ki Bagus Rangin memiliki ambisi yang kuat untuk merontokkan kaum penjajah di wilayah Cirebon dan sekita...

Warga Maybrat Mengungsi Karena Diancam Dibunuh KKB Usai Insiden Penyerangan Posramil

Maybrat -  Gelombang pengungsian terjadi setelah penyerangan diduga dilakukan Kelompok Separatis dan Teroris (KST) Pos Ramil Kampung Kisor, di Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat. Warga memilih mengungsi ke Sorong hingga Aitinyo setelah mendapat teror dari KST tersebut. "Sebagian sudah melapor ke pos, tetapi mereka memilih untuk ke Sorong, Ayamaru, Aitinyo. Iya (milih ke tiga lokasi) karena mereka diancam sama KNPB . Kalau mereka balik ke kampung dibunuh," kata Kapendam XVIII Kasuari, Kolonel Arm Hendra Pesireron saat dihubungi merdeka.com, Rabu (8/9). Meski begitu, petugas ingin agar warga dapat kembali ke rumahnya masing-masing. Hal ini dilakukan dengan menempelkan sebuah stiker berisi agar warga dapat melakukan kegiatan seperti biasa. Karena, petugas gabungan sudah membuat sejumlah pos di lokasi tersebut untuk menjaga masyarakat agar tak dapat diganggu kembali oleh KNPB. "Yang kampung sekitar situ rata-rata sudah tidak ada, di kampung-kampung lain m...

Presiden Russia Vladimir Putin Mengatakan Hasil Selama 20 Tahun Lebih Tentara Amerika Serikat di Afghanistan Nol

Jakarta -  Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan operasi Amerika Serikat selama 20 tahun di Afghanistan berakhir dengan tragedi dan Washington tidak menghasilkan apa pun. Upaya AS untuk menanamkan nilai-nilai mereka di Afghanistan juga Dalam pertemuan dengan para remaja di Kota Vladivostok, sebelah timur Rusia, untuk menandai tahun ajaran baru, Putin mengatakan: "Pasukan Amerika ada di wilayah tersebut ( Afghanistan ) selama 20 tahun, dan lebih dari 20 tahun itu mereka mencoba - hal ini dapat dikatakan tanpa menyinggung siapapun - untuk membudayakan masyarakat lokal, namun pada kenyataannya, memaksakan norma mereka dan standar kehidupan dalam arti yang seluas-luasnya, termasuk organisasi politik masyarakat. "Hasil yang ada hanyalah tragedi dan kerugian untuk mereka yang melakukannya - untuk AS - dan khususnya untuk mereka yang tinggal di wilayah Afghanistan. Jika tidak tersinggung, hal ini tidak menghasilkan apa-apa." "Sangat tidak mungkin untuk memaksakan apapu...